Oleh: Drs. H. Muslih, M.Pd. 

 

Insan kamil berasal dari bahasa Arab, yaitu terdiri dari dua kata, Insan dan kamil. Insan berarti manusia, dan kamil berarti yang sempurna. Secara terminology, insan kamil berarti manusia yang sempurna. Banyak sufi yang sering menggunakan terminologi ini. Namun tokoh pertama yang menggunakan term ini dalam sebuah pengertian teknis adalah Ibnu ‘Arabi. Ide tentang manusia sempurna ini, dalam karyanya Fusus al-Hikam, term tersebut digunakan sebanyak tujuh kali. 

 

Manusia sempurna adalah manusia yang diciptakan dalam citra Tuhan sebagai wakil-Nya di muka bumi. Jika Tuhan sebagai pemilik abadi nama dan sifat-sifat kebaikannya, kemudian iblis dianggap sebagai antithesis karena cerminannya sangat bertolak belakang dengan nama dan sifat Tuhan. Maka sintesisnya adalah manusia sempurna. Manusia sempurna adalah manifestasi dalam citra Tuhan yang ditunjuk sebagai khalifah di bumi. Dalam hal ini Ibnu ‘Arabi menyimbolkan Adam sebagai manusia sempurna pertama yang diciptakan dalam citra Tuhan. Dengan menunjuknya sebagai khalifah di bumi, maka Tuhan perlu memberikan segala sesuatu yang manusia butuhkan untuk menjadi khalifah di bumi. Karenanya kekhalifahan hanya cocok bagi manusia sempurna. Alasannya karena manusia diciptakan dari citra Tuhan dari segala realitas universum dan bentuk-bentuknya, dan Tuhan menyusun citra batin-Nya dalam citra-Nya sendiri.

 

Manusia sempurna adalah manusia yang sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya. Kesempurnaan dari segi wujudnya ialah karena dia merupakan manifestasi sempurna dari citra Tuhan, yang pada dirinya tercermin nama-nama dan sifat Tuhan secara utuh. Adapun kesempurnaan dari segi pengetahuannya ialah karena dia telah mencapai tingkat kesadaran tertinggi, yakni menyadari kesatuan esensinya dengan Tuhan, yang disebut makrifat. 

 

Namun yang perlu digaris bawahi adalah tidak semua manusia adalah manusia sempuna. Yang membedakan adalah kesadaran akan penyatuan esensialnya dengan Tuhan. Maka dalam pengertin ini, Ibnu ‘Arabi mengatakan bahwa manusia sempurna adalah seorang mistik, yaitu semua nabi-nabi dan wali. Sementara Nabi Muhammad adalah manusia paling sempurna di antara manusia-manusia sempurna yang lain. 

 

Pada dasarnya manusia (manusia universum) diciptakan dalam citra Tuhan dan merupakan miniatur dari Realitas, antara Tuhan dan alam. Kaitannya dengan alam,bahwa manusia adalah mikrokosmos, manusia memang mengandung empat elemen (air, udara, api, tanah). Binatang dan setan disamakan sifat-sifat buruk manusia, sedangkan malaikat disamakan sifat-sifat baik manusia. Kemudian bagian fisiknya adalah indera, dan bagian metafisiknya adalah hati. 

 

Dengan segala kelebihan tersebut dibanding ciptaan-Nya yang lain, terlebih dengan rasio dan hatinya, maka manusia yang mencapai kesempurnaan tertinggi lah yang kemudian disebut sebagai manusia sempurna. Lebih lanjut, manusia dan Tuhan memiliki dua dimensi, lahut dan nasut. Manusia sempurna adalah manusia yang mampu menekan habis dimensi nasut-nya sehingga mendapat sebuah kesadaran akan penyatuan esensi dengan Tuhan. Tahap untuk mencapai derajat manusia yang sempurna adalah dengan jalur mistis atau tasawwuf salah satunya. Karena banyak dari manusia-manusia itu adalah seorang mistik seperti Nabi-Nabi dan wali.